Moskow - Badan Antariksa Eropa (ESA) bekerjasama dengan NASA mengembangkan proyek besar-besaran eksplorasi Mars. Eksplorasi ini menggunakan tenaga nuklir.

Teknologi nuklir menawarkan banyak kekuatan yang membuatnya sangat menarik untuk misi panjang. Sebelumnya, Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah lebih dulu mengembangkan teknologi nuklir selama beberapa dekade. Namun seperti dikutip TG Daily, pengembangan itu menekankan pada konsep baru.

Pemerintah Rusia mengalokasikan 430 juta rubel (Rp124,6 miliar) pada 2010. Selain Rusia, ESA bekerja dengan NASA dalam proyek ExoMars (Exobiology di Mars), misi terpisah membangun pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir.

Meski semua entitas itu meneliti tenaga nuklir pesawat ruang angkasa, juru bicara Federal Space Agency Rusia Roscosmos menegaskan, tak ada kesepakatan kerjasama untuk ExoMars bagi Rusia.

Direktur Roscosmos Anatoly Perminov mengatakan, pengembangan pesawat luar angkasa bertenaga nuklir akan membantu Rusia mempertahankan keunggulan kompetitif dalam lomba eksplorasi bulan dan Mars. Rusia berharap bisa melengkapi desain mesin nuklir di 2012 dengan perkiraan biaya 17 miliar rubel (Rp5,1 triliun).

Namun kepala ESA Jean-Jacques Dorden baru-baru ini menegaskan, ESA akan ‘mempertimbangkan’ menggunakan pengalaman Rusia dan teknologi dalam perkembangan pesawat antariksa bertenaga nuklir yang dimilikinya.

0 comments:

Post a Comment