LONDON - Sejumlah ilmuwan di Cambridge University mengklaim manusia modern bukan saja lebih kecil dan pendek dibandingkan leluhurnya, tapi juga memiliki otak lebih kecil.

Para ilmuwan menjelaskan dalam kurun 10 ribu tahun terakhir struktur fisik manusia modern menjadi lebih kecil dan lebih pendek 10 persen dibandingkan nenek moyang mereka. Hal ini terutama disebabkan oleh pertanian, pola makan yang kian ketat serta proses urbanisasi yang bisa membahayakan kesehatan serta berujung pada penyebaran penyakit.

Teori ini muncul dari beberapa studi tentang sejumlah fosil manusia yang ditemukan di Afrika, Eropa dan Asia. Ahli evolusi manusia Dr Marta Lahr menjelaskan 10 ribu tahun lalu manusia memiliki bobot rata-rata 77 hingga 83 kilogram. Namun saat ini manusia memiliki berat rata-rata 69 kilogram hingga 75 kilogram.

"Kita bisa melihat bahwa manusia terus mengalami evolusi, tapi perubahan ukuran tubuh ini tidak terjadi secara signifikan sebelum 10 ribu tahun lalu. Jadi pertanyaannya adalah mengapa hal ini terjadi," papar Dr Lahr sebagaimana dikutip Daily Mail, Senin (13/6/2011).

Menurut Dr Lahr perubahan gaya hidup dari berburu menjadi bertani, yang dimulai sekira 9 ribu tahun lalu, menjadi pemicu awal. Di satu sisi kehidupan bertani memastikan manusia memiliki cukup makanan, namun karena hanya terpaku dengan sejumlah kecil makanan bisa mengakibatkan manusia kekurangan vitamin dan mineral sehingga menghambat pertumbuhan mereka.

Lebih lanjut, Dr Lahr juga menjelaskan bahwa volume otak manusia mengalami penurunan secara signifikan. Otak pria 20 ribu tahun lalu diketahui mencapai 1.500 centimeter kubik. Namun otak pria modern rata-rata hanya mencapai 1.350 centimeter kubik. Jika diukur, volume yang 'hilang' dari otak pria modern memiliki ukuran sama seperti bola tenis. Wanita juga diketahui mengalami penurunan volume otak dengan proporsi yang sama.

Meski demikian, fakta ini bukan berarti menggambarkan manusia modern lebih bodoh ketimbang pendahulunya. Sebaliknya, kini manusia telah belajar memaksimalkan apa otak mereka dengan lebih efisien.

"Dalam proses evolusi terjadi penghematan energi besar-besaran yang menjadikan otak semakin kecil tapi lebih efisien. Sama halnya seperti yang kita lihat terjadi pada prosesor komputer," pungkas Dr Lahr.
(van)


sumber

0 comments:

Post a Comment